Untuk itu, Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan daerah mana saja yang masih memiliki persoalan terkait daftar pemilih. Menjelang pemungutan suara putaran dua.
"Sudah pemetaan. Potensinya di daftar pemilih khususnya yang bermasalah pada waktu pemungutan suara putaran pertama. Paling banyak catatan kita di situ," ujarnya di Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta (Jumat, 10/3).
Muhammad menambahkan, ada sejumlah kelurahan di ibu kota yang menjadi fokus perhatian pihaknya. Bawaslu sendiri telah melakukan inventarisasi terkait jumlah warga yang belum terdata dalam daftar pemilih pada putaran pertama 15 Februari lalu.
Dia berharap adanya perhatian terkait daftar pemilih dapat mencegah terulang kembali adanya warga yang gagal atau tidak dapat memberikan haknya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) seperti pada putaran pertama lalu.
"Kita sudah identifikasi di TPS, di kelurahan mana. Datanya kita berikan kepada KPU sebagai antisipasi," demikian Muhammad.
[wah]
BERITA TERKAIT: