Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud menilai duka mendalam terpancar dari ekspresi Presiden Prabowo, terutama ketika menghampiri seorang anak dari prajurit yang gugur.
“Momen itu berlangsung sangat khidmat dan sarat emosi. Raut wajah Presiden menunjukkan duka mendalam sebagai bentuk empati terhadap pengorbanan para prajurit,” kata Irvan kepada
RMOL, Minggu, 5 April 2026.
Menurutnya, ekspresi kesedihan Presiden bukan sekadar simbol personal, melainkan mencerminkan kehadiran negara dalam setiap pengorbanan prajuritnya.
“Dalam perspektif komunikasi politik, ini merupakan pesan kuat bahwa negara tidak abai terhadap risiko yang dihadapi aparatnya, terutama dalam misi internasional seperti UNIFIL,” jelasnya.
Presiden Prabowo memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI tersebut di Apron Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu, 4 April 2026.
Upacara tersebut juga dihadiri Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama sejumlah pejabat negara lainnya.
“Empati yang ditunjukkan Presiden Prabowo menjadi bagian dari legitimasi moral kepemimpinan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam melindungi prajuritnya,” pungkas Irvan.
BERITA TERKAIT: