Begitu imbauan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz sebagai satu-satunya partai berbasis Islam yang mendukung pasangan petahana Ahok-Djarot dalam menanggapi aksi 4 November besok.
"Harapan kami aksi berjalan damai, tidak anarkis, dan tidak memaksakan kehendak," ujar Wasekjen DPP PPP Sudarto saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/11).
Namun begitu, Sudarto berpendapat bahwa aksi 4 November sebenarnya sudah tidak perlu dilakukan karena Ahok sudah menyampaikan permintaan maafnya. Artinya, sambung Sudarto, masyarakat tinggal menunggu proses hukum yang sedang berjalan yang akan menentukan status hukum mantan bupati Belitung Timur tersebut.
"Jadi seharusnya kita percaya dan kita serahkan saja kepada penegak hukum untuk memprosesnya sampai tuntas, karena negara kita negara hukum," lanjut ketua umum Angkatan Muda Kabah itu.
Lebih lanjut, ia mengimbau agar masalah ini tidak dibesar-besarkan, sehingga tidak menyulut api perpecahan yang berlatar isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
"Kita perlu mengedepankan persatuan untuk kepentingan bangsa dan negara. Semestinya Polri yang perlu dikawal untuk lebih cepat menuntaskan kasus Ahok, bukan dengan cara demo besar-besaran yang justru bisa menimbulkan kegaduhan dan berpontensi memecah belah umat," pungkasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: