"Yang saya khawatirkan ditunggangi pihak ketiga (barisan sakit hati) yang kepentingannya lebih besar daripada sekedar kepentingan pilgub, yang kita khawatirkan. Ini demonya bukan sebatas pilgub tapi lebih dari itu," kata Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj di Jakarta, Jumat (28/10).
Dia curiga, Aksi ini tak hanya mempersoalkan pernyataan Basuki Tjahaja Purnama yang diduga menghina ummat Islam mengenai surat Al-Maidah ayat 51, melainkan upaya makar terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Curiga khawatir boleh mas,‎ kalau demo itu targetnya bukan hanya masalah pilgub tapi jauh lebih besar dari itu. Nanti bisa seperti Syiria, Irak, Afghanistan. Na'udzubillah kan, jangan sampai," terangnya.
Karenanya, Said menyerukan elemen Nahdlatul Ulama untuk tidak membawa atribut NU apabila mengikuti unjuk rasa. "Jangan bawa atribut NU, baik GP Anshor, PMII dan lainnya. Tidak ada (ikut demo), saya larang," katanya.
Said Aqil menambahkan, aksi unjuk rasa pekan depan yang mengatasnamakan 'Aksi Bela Islam II' bisa mengancam stabilitas nasional jika menimbulkan kerusuhan atau kerusakan.
"Kalau demonya bermartabat, damai saja ya itu merupakan dinamika negara berdemokrasi dan tidak dilarang. Tapi kalau demonya sampai menimbulkan kerusakan, itu yang tidak boleh dan agama melarang," tandasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: