Begitu dikatakan peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elizabeth di sela diskusi bertajuk 'Jakarta, Etalase Demokrasi Tanpa SARA (?)' di Gedung Widyagraha LIPI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (Kamis, 27/10).
Menurutnya, keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memecat Anies dari Kabinet Kerja merupakan indikator bahwa calon gubernur yang diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera tidak maksimal dalam bekerja.
"Kalau Presiden Jokowi itu jelas ya, kalau (Anies) tidak bisa ya berhenti. Jadi menteri baru dua tahun, itu sesuatu yang belum maksimal," kata Adriana.
Selain itu, kapasitas sebagai mantan rektor juga tidak bisa dijadikan indikator bahwa Anies layak memimpin ibu kota. Seorang gubernur, bukan seorang pendidik melainkan petugas yang harus menyelesaikan segala masalah seperti politik, ekonomi, sosial, hingga hukum. Tugas ‎gubernur di DKI Jakarta jauh lebih sulit daripada menjadi Mendikbud.
"Ini (gubernur) bukan ngajari mahasiswa. Coba saja bayangkan, apakah Anies bisa melakukan hal itu atau tidak," tanya Adriana yang juga pengajar politik di Universitas Pelita Harapan.
[wah]
BERITA TERKAIT: