Protes dilayangkan Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari‎ dalam rapat koordinasi Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dan Pembatasan Dana Kampanye Pilkada DKI 2017 di kantor KPU DKI, Salemba, Jakarta (Rabu, 26/10).
Dijabarkannya bahwa tim pendukung Agus-Sylvi mendapat spot yang buruk dalam acara tersebut. Pendukung Agus-Sylvi ditempatkan di baris tengah dengan sedikit ruang terbuka pada bagian depan. Space yang terbuka kemudian digunakan awak media televisi untuk menaruh tripod kamera. Akibatnya, pendukung Agus-Sylvi yang berada di bagian depan merasa terganggu karena tidak bisa meluapkan ekspresi secara maksimal.
"Di bagian kami ada space wartawan untuk shooting. Jadi setiap kami berdiri langsung diteriaki 'mbak-mbak tolong turun (duduk)'. Ini kenapa media di-blocking di situ? Biasanya media itu disediakan tempat di belakang dan agak tinggi," protes Imelda kepada komisioner KPU DKI.
‎Tidak cukup sampai di situ, protes juga dilayangkan karena pendukung Agus-Sylvi mendapat perlakuan berbeda saat akan membawa atribut-atribut untuk memeriahkan pengundian nomor urut. Menurut Imelda, pasangan lain diperbolehkan membawa balon, bunga, dan atribut lainnya. Sementara pendukung Agus-Sylvi tidak diperkenankan membawa atribut.
"Pasangan lainnya bawa balon dan sebagainya bisa masuk, tim kami tidak bisa masuk. Tolong semua ini perhatikan sehingga semua paslon bisa mendapat perlakuan yang sama," pungkas Imelda.
Menanggapi hal itu, Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Pencalonan dan Sosialisasi Dahliah Umar menyampaikan permintaan maaf atas kekurangnyamanan pendukung pasangan Agus-Sylvi. Menurutnya, kritik yang masuk akan dijadikan bahan evaluasi agar peristiwa serupa tidak terulang di acara berikutnya.
"Terima kasih kritiknya. Kami mohon maaf kalau setting tempatnya kurang nyaman. Selanjutnya kami akan mengatur jadi lebih baik lagi," jawab Dahliah.
[wah]
BERITA TERKAIT: