Dukung Ahok, PDIP Kembali Dihukum Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 05 September 2016, 23:08 WIB
Dukung Ahok, PDIP Kembali Dihukum Rakyat
Peresmian Kantor DPP PDIP/Net
rmol news logo Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri diingatkan ihwal pengalaman pahit pada 2004 dan 2009. Banteng moncong putih akan kembali dihukum rakyat jika pada Pilgub DKI 2017 mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Dukungan PDIP kepada Ahok jelas sangat mencederai rakyat kecil. Penghukuman rakyat terhadap PDIP bukan tidak mungkin kembali terulang jika Mega mengarahkan dukungan kepada Ahok," ujar Sekjen Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) Sya'roni kepada redaksi, Senin (5/9).
 
Dia menggatakan Megawati mestinya ingat Pemilu 1999. Ketika itu PDIP mendulang kemenangan besar di Jakarta. Namun karena dianggap sudah tidak berpihak kepada rakyat kecil lagi, akhirnya PDIP dihukum rakyat pada Pemilu 2004 dan 2009.

"Jadi, sebuah kemunduran jika PDIP mendukung Ahok," katanya.

Dia mengatakan penghukuman rakyat terhadap PDIP bukan tidak mungkin kembali terulang karena mendukung Ahok yang dianggap sebagai sosok yang tidak berpihak pada wong cilik. Ahok kerap menggusur rumah rakyat miskin di Jakarta. Tindakan Ahok yang gemar menggusur diduga kuat untuk kepentingan bisnis kelompok tertentu.

"Harus diingat pula bahwa Jakarta adalah barometer politik nasional. Kekalahan di Jakarta besar kemungkinan akan diikuti di seluruh wilayah Indonesia,"  ucapnya.

Menurut dia, akan lebih bijak jika Megawati mengarahkan dukungannya bukan kepada Ahok. Sebagai partai besar PDIP jangan mau ditekan pihak-pihak tertentu. Dan jangan pula PDIP mempercayai hasil survei yang seolah-olah tingkat popularitas dan elektabilitasi Ahok melejit sendirian di atas kandidat lainnya.

"Megawati harus mempercayai mesin politik partai. Siapa pun figur yang diusung akan memenangkan pilgub. Tentunya dengan syarat figur yang dicalonkan PDIP terbukti memiliki keberpihakan terhadap rakyat kecil," katanya.

Diantara calon kandidat yang beredar, Megawati bisa mempertimbangkan nama Rizal Ramli. Saat menjabat Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal terbukti berani mempertaruhkan jabatannya untuk mendukung para nelayan yang digusur Ahok demi kepentingan pengembang proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

"Rizal Ramli adalah antitesa Ahok. Kalau Ahok pembela kepentingan pemilik modal, Rizal pembela nasib rakyat kecil. Visi Rizal Ramli sangat sesuai dengan nafas perjuangan PDIP," tukasnya.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA