"Kami sangat berbangga hati menyaksikan kreatifitas pelajar yang tergabung dalam PPI dengan dukungan Rumah Budaya menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk memupuk rasa persatuan dan nasionalisme warga Indonesia di Jepang," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, saat membuka acara di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (Sabtu, 20/8).
Sementara itu, Atase Pendidikan, Dr. Alinda Zein menjelaskan bahwa lokasi kegiatan tersebar di 17 titik di seluruh Jepang mulai dari Sapporo di Hokkaido pulau di bagian utara Jepang, hingga Kyushu, pulau di bagian selatan. Walaupun bertajuk kuliner, berbagai kegiatan lain berupa lomba khas 17-an dan pagelaran seni digelar secara bersamaan di beberapa tempat untuk menambah kemeriahan acara ini.
Acara kuliner sendiri berupa demo memasak atau cooking class yang dilakukan pelajar dan masyarakat Indonesia, yang juga secara aktif mengajak masyarakat Jepang untuk mencoba membuat hidangan tradisional Indonesia. Berbagai hidangan khas mulai dari nasi goreng dan nasi kuning lengkap dengan lauknya, pempek palembang, tekwan, soto ayam, batagor, bakmi Jawa, sate, ayam bakar yang merupakan menu utama ditambah klepon, bubur sumsum, es teler, risoles, es cendol, serta dadar gulung sebagai hidangan penutup menjadi penyejuk di suasana musim panas di negeri sakura.
Ketua PPI Kanto, Pandu Utama Manggala yang saat ini sedang menempuh studi S3 mengatakan acara itu memberi kesempatan kepada masyarakat Jepang untuk mengenal budaya dan ragam makanan Indonesia yang kaya bumbu rempah.
"Acara ini juga selain bertujuan untuk mempromosikan budaya dan keramahan masyarakat Indonesia kepada masyarakat Jepang dan ternyata masyarakat Jepang sangat menyukai makanan Indonesia walaupun proses pembuatannya cukup lama," ungkap Pandu.
Harapan besar lainnya dari kegiatan akbar kali ini adalah terjalinnya silaturahmi dan persaudaraan antara masyarakat Indonesia yang ada di Jepang, yang menjadi cermin persatuan anak bangsa di perantauan dalam membangun Indonesia di masa mendatang.
[ysa]