Sebab, melalui Gerakan Pramuka para anak-anak bangsa dididik dan diajarkan untuk punya jiwa nasionalisme dan patriotik yang tinggi. Selain itu, Gerakan Pramuka juga mengajarkan agar memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.
"Pramuka di Indonesia itu berbeda dengan kepanduan yang ada di berbagai negara. Karena di kita adalah Praja Muda Karana. Maksudnya, kalian adalah tunas-tunas bangsa. Makanya, simbol dari Pramuka adalah tunas kelapa. Kenapa bukan tunas tumbuhan lain, karena negara kita dalah kepulauan terbesar dunia, dan yang menjaga sepanjang pantainya adalah pohon kelapa. Itulah kalian, tunas bangsa yang siap membela bangsa dan negara Indonesia tercinta," kata Megawati.
Megawati mengatakan itu dalam sambutan acara penganugerahan Lencana Tunas Kencana dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka kepada Megawati, dalam rangkaian acara penutupan kegiatan Jambore Nasional (Jamnas), di Bumi Perkemahan Pramuka, Cibubur Jakarta Timur, Sabtu (20/8) malam.
Penyematan Lencana Tunas Kencana tersebut sesuai dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No 175 Tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka dan diserahkan langsung oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault.
Penghargaan ini bukan untuk saya tapi untuk bangsa Indonesia. Karena pada awal pemerintahan saya saat itu masa transisi menuju alam reformasi. Saat itu ada usulan tentang perubahan nama pramuka. Waktu itu tanpa berpikir saya memutuskan bahwa pramuka Indonesia itu beda dengan beda dengan gerakan kepaduan di berbagai negara,†kata Megawati.
Turut hadir mendampingi Megawati yakni Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua Fraksi PDIP Utut Adiyanto, dan anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Herman Heri.
[ysa]
BERITA TERKAIT: