Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi, saat peluncuran pameran lukisan KP Hardi Danuwijoyo bertajuk "Seni , Politik dan Kemanusiaan" di Bentara Budaya, Jakarta.
"Jadi politik jangan sampai kehilangan tujuan suci nya. Tujuan mulianya. Politik harus menghasilkan kehidupan yg baik," ungkap Budi.
Terkait dengan seni, Budi menilai seni adalah soal rasa dan emosi manusia. Dan seni harus menyentuh rasa dan kehidupan, sementara kemanusiaan adalah hakekat diri kita.
"Jadi seni , politik dan kemanusiaan tidak dapat di pisahkan. Politik harus terus memiliki keindahan dan hakekat kemanusiaan kita. TANPA rasa dan kemanusiaan , politik menjadi hampa tanpa arti," ujar Budi.
Pameran lukisan KP Hardi (65) berlangsung dari tanggal 11-21 Agustus 2016. Dalam pameran itu di tampilkan puluhan karya Hardi yang sangat legendaris termasuk lukisan Jokowi sedang menunggang kuda putih. Mensesneg Pratikno hadir dan membuka pameran itu.
Projo yang ikut mendukung acara pameran dan peluncuran buku Hardi menilai karya-karya Hardi sangat sarat pesan politik dan kemanusiannya serta memiliki estitika yg tinggi.
"Politik adalah misi suci. Politik bagi Projo adalah bagaimana mengawal Pemerintahan Jokowi agar memenangkan agenda rakyat. Sebab mencintai negeri haruslah dengan mencintai rakyatnya," demikian Budi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: