Demikian disampaikan Fahri menyikapi demo sopir angkutan umum (mayoritas sopir taksi) terhadap transportasi berbasis aplikasi seperti Uber dan GrabTaxi, Selasa (22/3).
Menurut Fahri, Pemerintah harus punya imajinasi tentang lanskap dunia baru. Jangan ribut setelah kejadian dan jangan saling menyalahkan.
Jelas politikus PKS ini, teknologi adalah kenyataan, tapi sektor tradisional adalah kehidupan kita.
"Saya tidak terlalu pusing dengan pemilik modal besar itu. Mereka mudah pindahin modal," kata dia dalam akun Twitter miliknya,
@Fahrihamzah, Rabu (23/3).
Tetapi, jelas Fahri, pengendara adalah pegawai dengan gaji pas-pasan. Jangan sampai mereka yang jadi korban. Mereka tidak punya pilihan.
Tegas Fahri, Negara harus hadir bagi yang paling lemah. Bahkan negara boleh melemahkan yang paling kuat demi menguatkan yang paling lemah.
"Kata-kata itu dari Umar bin Khattab. Dialah pemimpin yang adil. Persisnya Umar berkata. 'Yang lemah di sisiku akan menjadi kuat dan yang kuat akan menjadi lemah'," ciut Fahri.
Fahri menambahkan, kita perlu punya ilmu tentang kekuasaan tetapi lebih penting punya imajinasi tentang keadilan. Menurutnya, dunia yang kecil ini akan berantakan karena semakin gagal memahami makna keadilan.
[rus]
BERITA TERKAIT: