Setelah polemik waktu penyelenggaraan Munaslub, saat ini beredar surat yang diduga edaran dari Fraksi Golkar DPR untuk menjegal calon lain. Surat itu ditandatangani oleh Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto dan Sekretaris Fraksi Golkar, Aziz Syamsuddin. Setya dan Aziz adalah dua calon ketua umum (Caketum) Golkar.
Dalam surat bernomor INT.00.755/FPG/DPR-RI/III/2016 yang ditanda tangani kedua orang tersebut, menyebutkan tenaga ahli Fraksi Golkar dan tenaga ahli anggota DPR Fraksi Golkar, dilarang ikut serta dalam proses kandidasi (pencalonan) Caketum Golkar.
Setya dan Aziz berdalih bahwa para tenaga ahli harus fokus mendukung fungsi dan tanggung jawabnya tugas fraksi dan anggota.
Selain itu, mereka beralasan pelarangan itu untuk menjaga soliditas dan performa kerja anggota dan Fraksi Golkar.
Diketahui, dalam proses kandidasi Caketum Golkar, ada beberapa nama yang saat ini duduk di kursi DPR, seperti Setya Novanto, Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Ade Komarudin, dan Airlangga Hartanto.
[rus]
BERITA TERKAIT: