UBK 2015 Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 11 Februari 2016, 16:33 WIB
UBK 2015 Serap 10 Ribu Tenaga Kerja
rmol news logo Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, mengatakan Usaha Komunitas Bersama (UBK) tahun 2015 mampu menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja.

"Sekitar 3.600 warga desa terlibat secara langsung, sedangkan sisanya terlibat secara tidak langsung. Mereka bekerja mulai dari tahapan persiapan, pembentukan, produksi rutin, pemasaran hingga rantai pasok bahan dan produk UBK," ujarnya, di Jakarta, Kamis (11/2).

Menteri Marwan mengatakan, program yang baru digulirkan pada triwulan ke empat 2015 tersebut telah menumbuhkan 36 UBK di 36 kabupaten. Di antarnya di Bireuen, Agam, Lampung Selatan, Bangka, Sambas, Kutai Barat, Bintan, Simalungun, Serang, Pandeglang, Bogor, Indramayu, Purwakarta, Bandung, Garut, Sukabumi, Tasikmalaya, Wonosobo, Sragen, Kudus, Pati, Rembang, Klaten, Sleman, Tuban, Ponorogo, Ngawi, Mojokerto, Jombang, Malang, dan Lombok Barat.

"Ini adalah prestasi yang harus kita kembangkan. Jika program ini terus dikembangkan dan ditingkatkan, kita yakin ini akan sangat membantu perekonomian kita. Selain meningkatkan jumlah masyarakat desa yang berwirausaha, peluang kerja juga akan terserap dengan cepat," ujarnya.

UBK adalah salah satu program prioritas yang digulirkan Menteri Marwan untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi angka kemiskinan. UBK dijalankan dengan membentuk unit usaha professional dan modern, yang dikelola oleh komunitas UBK.

"Penduduk miskin di negara kita ada sekitar 28,5 juta penduduk, dan 17,9 di antaranya tinggal di desa. Kita harapkan melalui UBK ini, dapat membantu mengurangi angka kemiskinan terutama di desa-desa tertinggal," ujarnya.

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA