Menurutnya, insiden tersebut seharusnya tidak perlu terjadi mengingat saat ini seluruh tokoh senior PPP tengah fokus dalam mendorong Muktamar sebagai forum islah seluruh kader dan kepemimpinan partai.
"Saat ini para senior dan tokoh-tokoh PPP sedang mendorong Muktamar. Mereka itu adalah tokoh-tokoh besar PPP seperti KH Zarkasih Nur, Ibu Aisyah Amini, Djein Bazeber, Bachtiar Chamsyah dan sebagainya. Harusnya seluruh kader menghormati inisiatif mereka," kata Anggota DPR Fraksi PPP ini, seperti dilansir dari
MedanBagus.Com.
Jelas Fadly, seluruh tokoh di atas merupakan tokoh yang secara pribadi tidak lagi memiliki kepentingan pribadi di internal PPP, namun mereka rela menjadi inisiator agar suasana kondusif kembali terjadi di tubuh partai yang didirikan para ulama tersebut. Oleh karena itu, menurutnya seluruh kader baik dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota, sebaiknya tidak membuat kegiatan-kegiatan yang dapat memicu konflik sesama kader.
"Saya menghimbau jangan ada lagi yang berupaya membuat kegaduhan seperti ingin merebut kantor, karena pasti akan ada perlawanan. Ujungnya kita yang dipandang negatif oleh masyarakat. Sekali lagi, mari kita Muktamar dengan penuh sabar," ungkapnya.
Fadly menambahkan, dirinya juga sudah bertemu sosok yang paling dihormati PPP yang menyampaikan agar seluruh kader kembali bersatu demi mengembalikan kejayaan PPP.
"Bahkan Mbah Mun (KH. Maimun Zubair) yang saat ini menjadi Ketua Majelis Syariah juga mendorong forum islah melalui Muktamar supaya PPP kembali satu mempersiapkan konsolidasinya," demikian Fadly.
[rus]
BERITA TERKAIT: