Pengiriman yang diterima pada pekan lalu itu didrop Amerika Serikat melalui udara.
"Ya, kami menerima senjata-senjata itu, mereka (AS) menjatuhkannya untuk kami. Sebagian besar senjata itu masih disimpan, belum dibagikan ke pejuang di garis depan," ujar Komandan Senior Pasukan Demokratik Suriah Talal Sellou sebagaimana diberitakan
Voanews.com, Jumat (23/10).
Sellou mengatakan bahwa senjata dan amunisi yang dipasok Amerika itu dibagi-bagi dengan orang-orang Kurdi yang siap menyerang Raqqa, yang menjadi basis keberadaan ISIS.
Pasokan senjata lewat udara minggu lalu tersebut merupakan yang pertama dilakukan Amerika Serikat di Suriah timur-laut, pasca pengiriman senjata dan amunisi lewat udara pada Oktober 2014 lalu.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: