Tantangan itu sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Irman Gusman saat menerima jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM yang dipimpin Sekretaris Jenderal DPP IMM Abdul Rahman di ruang kerjanya, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 16/9).
Menurut Irman, pendirian IMM merupakan perwujudan dari cita-cita Muhammadiyah dalam menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam, agar terwujud masyarakat utama, adil, dan makmur. Dalam merefleksikan cita-citanya itu, sudah barang tentu Muhammadiyah bersinggungan dengan masyarakat bawah yang heterogen.
"Sehingga, mau tidak mau, IMM harus merespon persoalan kebangsaan Indonesia. Saya menantang IMM untuk membahas isu nasional, karena IMM adalah gerakan mahasiswa Islam yang berakidah Islam bersumber pada Al Qur’an dan As Sunah," ujarnya.
Sesungguhnya, lanjut Irman, ada dua faktor melandasi kelahiran IMM, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern terjadi di dalam Muhammadiyah. Sedangkan faktor ekstern terjadi di luar Muhammadiyah, khususnya umat Islam di Indonesia, dan umumnya masyarakat di Indonesia.
"Jika faktor intern relatif tidak masalah, maka faktor ekstern itu menyangkut persoalan kebangsaan Indonesia," tandasnya seperti keterangan tertulis yang diterima redaksi.
[ian]
BERITA TERKAIT: