"Jika memang Yusril masih mempunyai agenda yang sama seperti di awal reformasi jelas islah di Golkar tidak akan pernah muncul sebab agenda membubarkan/memecah belah masih ada," kata Poempida.
Poempida mengungkapkan kecurigaannya itu di dalam tulisan berjudul "Yusril dan Bubarkan Golkar". Tulisan diposting di website miliknya, nuansabaru.com, kemarin (Sabtu, 11/4).
Kecurigaan Poempida muncul setelah membaca artikel berbahasa asing berjudul "Corruption of Other Leading Politicians" yang ditulis seorang pengamat asing di Newcastel, Inggris pada 10 Maret 2001 silam. Menantu mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris itu mendapatkan artikel tersebut dari yahoo group bernama "Bubarkan Golkar".
Berikut postingan lengkap tuduhan Poempida yang beberapa waktu lalu membelot ke kubu Agung terhadap Yusril;
YUSRIL dan BUBARKAN GOLKARSecara tidak sengaja saya mendapatkan link grup mailing list dengan nama sebagai berikut
BUBARKAN GOLKAR-Yahoo Groups- https://groups.yahoo.com/neo/groups/bubarkangolkar/conversations/topics/195
Ternyata di dalamnya banyak menyebut-nyebut nama Yusril Ihza Mahendra, yang jika kita tidak lupa sejak zaman reformasi cukup berperan dan mendukung untuk dibubarkannya Golkar.
Ironisnya kini Yusril menjadi Pengacara Golkar kubu ARB dalam dualisme Golkar yang ada.
Solusi terbaik yang memberikan jalan tengah yang disajikan oleh Mahkamah Partai Golkar nampaknya tidak Serta merta menjadi jawaban final kisruh Golkar.
Dan kemudian berperanlah Yusril dalam masalah hukum yang pasca Keputusan Mahkamah Partai.
Jika memang Yusril masih mempunyai agenda yang sama seperti di awal reformasi jelas Islah di Golkar tidak akan pernah muncul. Karena agenda membubarkan/memecah belah masih ada.
Mudah-mudahan ini dapat menjadi catatan bagi kita semua untuk melihat kisruh Golkar dengan lebih jernih dan obyektif.
Poempida Hidayatulloh
Ketua DPP Partai Golkar.[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: