Komisi XI DPR Tak Nyaman Darmin Jadi Komisaris Utama Mandiri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 25 Maret 2015, 19:25 WIB
Komisi XI DPR Tak Nyaman Darmin Jadi Komisaris Utama Mandiri
darmin nasution/net
rmol news logo Pergantian mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution sebagai komisaris utama Bank Mandiri menggantikan Mahmuddin Yasin membuat tak nyaman Komisi XI DPR RI.

Hal ini sebagaimana diutarakan anggota Komisi XI DPR RI dari Golkar M. Misbakhun saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Gubernur BI, dan Menteri Keuangan di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 25/3).

"Saya agak sedikit kurang nyaman diangkatnya Darmin sebagai komisaris utama Bank Mandiri," ujarnya.

Menurutnya, dunia keuangan harus membangun kredibilitas dan hal itu kurang pas ketika melihat track record Darmin. Pasalnya, Darmin adalah orang yang tanda tangan dalam kasus Surya Alam Tunggal.

"Semua anak buah Darmin, dari Gayus sampai Maruli dipenjara. Dan yang tanda tangan Darmin, tapi dia tak ada implikasi hukum," sambung Misbhakun.

Karena itu, sebagai wakil rakyat yang duduk di komisi yang membidangi keuangan dan perbankan, Misbakhun meminta OJK menyoroti persoalan ini dan menjadikan usulannya sebagai pertimbangan dalam fit and proper test Darmin.

"Saya minta OJK jadikan masalah ini menjadi pertimbangan ketika fit and proper test Darmin, apalagi dia mau jadi komisaris utama Bank Mandiri," pungkasnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA