Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan angka tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah perseroan.
"Di bulan April kemarin kita mulai pertama kali BTN capai 6 juta KPR sepanjang sejarah BTN. Jadi ini angka yang luar biasa. Udah Rp530 triliun kita disburse," kata Nixon dalam konferensi pers paparan kinerja di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.
Ia menambahkan, total penyaluran tersebut diyakini akan terus bertumbuh ke depan. Hal ini seiring masih tingginya kebutuhan pembiayaan perumahan di Indonesia.
Menurutnya, rasio KPR terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara lain di ASEAN.
“Kita masih sekitar 4 sampai 4,5 persen. Bandingkan dengan Singapura dan Malaysia yang sudah di atas 30 persen,” jelasnya.
Nixon menilai kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang, mengingat sebagian besar pembangunan rumah di Indonesia masih dilakukan secara swadaya. Model ini, kata dia, kerap berbanding terbalik dengan kualitas hunian secara umum.
“Kalau kita ingin mendorong rumah layak huni, maka kebutuhan KPR sebagai solusi masih sangat dibutuhkan,” tegasnya.
BTN pun menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah, khususnya program 3 juta rumah.
Sementara itu, pada kuartal I/2026, BTN mencatat penyaluran kredit sebesar Rp400,63 triliun, tumbuh 10,3 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan Rp363,11 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Segmen KPR Subsidi masih menjadi penopang utama dengan nilai penyaluran mencapai Rp193,55 triliun atau tumbuh 7,7 persen yoy. Adapun KPR Non-Subsidi tercatat sebesar Rp112,56 triliun, naik 5,4 persen yoy.
BERITA TERKAIT: