Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, di balik pertemuan empat mata tersebut, tersimpan pesan strategis yang mencerminkan dinamika politik nasional yang tengah bergerak cepat.
"Pertemuan Prabowo-Dasco ini harus dibaca sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan sekaligus upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan stabilitas nasional," kata Amir dalam keterangannya, dikutip Sabtu 18 April 2026.
Menurut Amir, pertemuan tersebut sebagai bentuk penguatan jalur komunikasi langsung antara Presiden dan elite kunci parlemen, khususnya dari partai pengusung utama.
Posisi Dasco yang strategis di DPR sekaligus sebagai orang dekat Prabowo menjadikannya “sensor politik” yang mampu menangkap dinamika di parlemen secara real time.
“Dalam konteks intelijen politik, pertemuan empat mata seperti ini biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi yang tidak bisa disampaikan secara terbuka," kata Amir.
Dalam perspektif intelijen, kata Amir, Presiden membutuhkan pembacaan dari berbagai sumber, termasuk jalur legislatif, untuk memetakan potensi ancaman baik yang bersifat terbuka maupun laten.
Selain politik dan keamanan, aspek ekonomi juga menjadi fokus pembahasan. Amir menilai, hal ini menunjukkan adanya kewaspadaan pemerintah terhadap dampak eksternal pasca lawatan luar negeri Presiden.
“Di sinilah pentingnya sinkronisasi dengan DPR, terutama terkait kebijakan fiskal dan regulasi,” kata Amir.
BERITA TERKAIT: