"Yang mengajukan calon adalah pemilik suara, sehingga Demokrat tidak bisa menentukan siapa yang maju. Tapi kalau memang nggak dipilih ya jangan marah," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 6/1).
Sebagai catatan, lanjutnya, mayoritas pemilik suara saat ini masih mengajukan SBY untuk maju dalam kongres. Diluruskan Agus bahwa dukungan mayoritas pemilik suara itu bukan bentuk dari aklamasi yang dipaksakan. Itu akan terjadi dengan sendirinya manakala pemegang hak suara mayoritas menginginkan SBY maju lagi.
"Yang kami ketahui saat ini sudah 80 persen memilih SBY. Jadi aklamasi itu tidak diarahkan, tapi terjadi dengan sendirinya," sambung wakil ketua DPR itu.
Lebih lanjut, ipar Ani Yudhoyono ini menganggap bahwa isu pengkondisian aklamasi dihembuskan karena lawan SBY merasa takut tidak dipilih dalam kongres.
"Ketakutan bahwa mereka merasa tidak dipilih sehingga menuduh mencari alasan," tandas wakil ketua DPR ini.
[rus]
BERITA TERKAIT: