PKS: Ke Mana Buku Putih PDIP? Kenapa Tidak Dipakai Jokowi?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Selasa, 18 November 2014, 12:23 WIB
PKS: Ke Mana Buku Putih PDIP? Kenapa Tidak Dipakai Jokowi?
puan maharani memegang buku putih/net
Kecil Besar
rmol news logo . Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa kehilangan teman seperjuangan, yaitu PDI Perjuangan, yang dulu konsisten menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
HUT RMOL news

Bahkan, saat pembahasan APBN pada tahun 2012, Fraksi PDIP di DPR RI sampai memutuskan walk out untuk memperjuangkan kepentingan rakyat itu.

Demikian dikatakan Ketua DPP PKS, Aboe Bakar Al Habsyi dalam pesan singkat yang diterima redaksi sesaat lalu (Selasa, 18/11).

"Kami sangat mengengapresiasi perjuangan itu. Tapi sepertinya saat ini kawan kami itu tak ada lagi," kata anggota Komisi 3 DPR RI ini.
 
Dirinya juga teringat dengan "Buku Putih", sebuah gagasan PDIP yang dibukukukan, sebagai jalan mengelola postur anggaran tanpa menaikkan harga BBM.

"Dulu dalam buku putih tersebut dikatakan bahwa kenaikan BBM sebagai langkah pemerintah menutupi kegagalan dalam mengurus penerimaan negara sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi melambat. Tapi kenapa saat berkuasa sekarang buku putih itu dilupakan?" gugatnya.

Ia berharap, buku putih yang sejak dulu dianjurkan PDIP untuk digunakan oleh pemerintahan SBY, sekarang digunakan oleh pemerintah saat ini. Apalagi harga minyak mentah dunia anjlok tajam. Dari patokan harga APBN US$ 105 per barel, turun sampai US$ 75 per barel.

"Bukankah seharusnya lebih mudah mengimplementasikan buku putih tersebut, sehingga tak perlu menyengsarakan rakyat dengan kenaikan harga BBM. Sekarang ke mana buku putih itu?" tandas Aboe Bakar. [ald] 

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA