Namun begitu, bendahara umum Partai Golkar itu memastikan jika pengalokasian subsidi tersebut berpindah ke program-program yang menyentuh langsung rakyat kecil, maka DPR akan mendukung kenaikan BBM.
"Kalau dialokasikan ke pendidikan dan kesehatan tentu akan menjadi perhatian DPR dan semua yang berkaitan dengan rakyat kecil kami dukung," kata Setnov, sapaan akrabnya saat dijumpai di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11).
Tapi, lanjut Setnov, ada satu hal yang belum diketahui semua pihak, yaitu mengenai rasio kenaikan harga BBM tersebut.
"Tinggal sekarang berapa yang dinaikkan kita belum tahu," tandasnya.
Saat ini, pemerintah melalui Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan pemerintah masih mematangkan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Ia bahkan telah memastikan bahwa kenaikan harga bbm akan dinaikan lantaran beban subsidi sudah terlalu berat dalam lima tahun terakhir, yaitu mencapai Rp 1.300 triliun.
[wid]
BERITA TERKAIT: