"Hal ini terbukti pemerintah Jokowi ternyata tidak punya jalan keluar untuk tidak menaikkan harga BBM besubsidi," kata Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono dalam keterangannya, Selasa (28/10).
Selain itu, kabinet Jokowi-JK yang bernama Kabinet Kerja tidak memiliki target 100 hari masa kerja. Malah yang digembar-gemborkan adalah slogan 'kerja, kerja dan kerja' tanpa diiringi target apapun.
"Jadi kita lihat saja apakah kabinet ini mampu memberikan perubahan yang lebih baik misalnya mengurangi angka pengangguran, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan kesejaterahan buruh serta menurunkan jumlah impor pangan dan meningkatkan ekapor Indonesia," ujar Arief.
Selain itu, ia juga menantang pemerintahan Jokowi-JK untuk meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia serta mampu membuat dolar AS di bawah Rp 10000/dolar AS serta peyerapan APBN yang optimal.
[rus]
BERITA TERKAIT: