
. Nama dua politisi PDI-Perjuangan Pramono Anung dan Maruarar Sirait hilang dari daftar menteri kabinet Jokowi-JK di
injury time. Mereka sempat dikabarkan masuk kabinet, Pramono diplot jadi Menteri Sekretaris Negara sementara Maruarar jadi Menkominfo.
Dosen ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) mengaku heran kenapa nama seperti Pramono dan Maruarar tidak masuk kabinet. Padahal mereka dikenal sebagai kader partai idiologis, dan tentu memiliki kapasitas sebagai menteri.
"Saya bingung, aneh bin ajaib kenapa Pramono Anung, Maruar Sirait dan Budiman Sudjatmiko tersingkir? Mereka ini aktivis PDIP dan punya kapasitas. Sementara Susi Pudjiastuti dan Rini Soemarno dimasukkan (jadi menteri)," kata Ipang kepada
RMOL, Senin (27/10).
Sebelumnya Ipang menyatakan susunan kabinet Jokowi melukai hari rakyat. Karena ada beberapa orang yang diangkat jadi menteri bukan atas pertimbangan kapasitas dan kompetensi keahlian seperti Susi Pudjiastuti, dan Rini Soemarno yang ditolak publik karena diduga terlibat dalam kasus BLBI dan mark up Sukhoi. (Baca:
Kabinet Jokowi Melukai Hati Rakyat).
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: