Kabar beredar menyebutkan bahwa kabinet akan diisi oleh orang-orang yang terlibat dalam kejahatan Hak Asasi Manusia. Seperti Hendropriyono, Wiranto, Budi Gunawan, dan Ryamirzard Racudu. Bahkan Kontras dalam rilisnya terang-terangan menolak Wiranto dan Ryamizard Ryacudu menjabat sebagai menteri.
Menurut kontras, Wiranto terlibat kasus Trisakti, Semanggi, dan Timor Leste. Sementara Ryamizard dikaitkan dengan dukungan secara tidak langsung terhadap tindakan pelanggaran HAM dan demokrasi dalam kasus pembunuhan Dortheys Hiyo Eluay di Papua pada 2003 lalu.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menampik hal itu. Ia mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah bisa menilai secara demokratis calon menteri yang dipilih. Sehingga bisa memilah siapa yang benar terlibat HAM atau hanya sekadar diisukan. Terlebih, lanjut JK, kasus HAM sudah banyak yang diselesaikan dalam pengadilan.
"Kan sudah banyak yang selesai. Baik dalam pengadilan dan pembuktiannya," jelasnya di Jakarta (Sabtu, 25/10).
Sementara terkait nama-nama seperti Hendropriyono dan Budi Gunawan, JK menjelaskan bahwa keduanya tidak mau ke dalam kabinet trisakti.
"Beliau tidak mau masuk ke dalam kabinet," tandsanya seperti dilansir
JPNN. [ian]
BERITA TERKAIT: