Disayangkan, Tak Ada Menteri Jokowi dari Unsur Kepolisian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 22 September 2014, 04:25 WIB
Disayangkan, Tak Ada Menteri Jokowi dari Unsur Kepolisian
foto:net
rmol news logo Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, tiga bakal calon menteri dari unsur kepolisian di pemerintahan Jokowi-JK bakal tergusur. Akibatnya, tidak akan ada unsur kepolisian dalam pemerintahan mendatang, meskipun duet Jokowi-JK hasil prakarsa jenderal-jenderal kepolisian.

IPW mengungkapkan, semula ada tiga jenderal polisi yang akan diplot dalam di kabinet Jokowi-JK, baik yang masih aktif maupun yang sudah purnawirawan. Ketiganya adalah posisi Menkopolhukam, Mensesneg, dan Menpora. Pemberian posisi ini
karena sejumlah jenderal polisi sejak awal berperan penting dalam 'mengawinkan' duet Jokowi-JK.

Namun dalam perkembangannya, kata Neta, rencana menempatkan jenderal-jenderal polisi itu bakal tergusur. Sebab, elit-elit Polri tidak mampu membangun hubungan yang hangat dengan Jokowi sebagai capres terpilih maupun kepada orang-orang dekatnya, terutama di jajaran elit PDIP.

"Kekecewaan orang-orang dekat Jokowi kian memuncak tatkala elit-elit Polri tak mampu menuntaskan kasus Obor Rakyat," ujar Neta dalam keterangannya, Senin (22/9).

Ketidakmampuan membangun hubungan yang hangat ini, sambung Neta, diperkirakan akan membuat terjadinya perubahan atau mutasi besar di jajaran elit Polri pasca dilantiknya Jokowi sebagai presiden. Sebenarnya, keberadaan jenderal polisi dalam kabinet bukanlah hal baru. Bahkan jenderal polisi aktif, Awalludin Djamin pernah menjadi menteri dalam pemerintahan Presiden Soeharto. Usai menjadi menteri, Awalludin Djamin malah diangkat menjadi Kapolri. Dalam pemerintahan SBY juga ada unsur perwira Polri.

"Sebab itu sangat disayangkan jika dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK keberadaan jenderal polisi bakal tergusur, apalagi alasannya akibat elit-elit Polri tidak mampu membangun hubungan yang hangat dengan jajaran presiden terpilih," demikian Neta S pane. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA