Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, Plt Deputi Karantina Tumbuhan Drama Panca Putra, Bupati Tulang Bawang Barat Novriwan Jaya, Ketua DPRD Tubaba Busroni, serta Ketua Harian HKTI Umar Ahmad.
Ekspor ini dilakukan oleh CV Central Intan dengan dukungan Pelindo, Badan Karantina Indonesia, dan Pemerintah Provinsi Lampung.
Gubernur Mirzani Djausal menegaskan, ekspor tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri tapioka Lampung di pasar global.
“Ke depan kita harus memperbaiki produktivitas dan kualitas tapioka. Ekspor ini membuktikan produk Lampung mampu bersaing di pasar dunia, baik dari sisi kualitas maupun harga,” kata Mirza dikutip dari
Kantor Berita RMOLLampung.
Ia mengakui, pada tahun sebelumnya harga tapioka Lampung sempat kalah bersaing. Namun, dengan terbukanya akses ekspor, perputaran ekonomi di tingkat petani dan pelaku usaha mulai membaik.
Pemprov Lampung kini juga mendorong pengembangan bibit unggul singkong guna meningkatkan produktivitas dan kadar pati, yang diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani.
Selain itu, gubernur memastikan tidak ada lagi impor singkong yang masuk ke Lampung.
“Impor itu cerita lama. Sekarang kita fokus memperkuat produksi dalam negeri,” tegasnya.
Bahan baku singkong untuk industri ini berasal dari sejumlah daerah sentra di Lampung, antara lain Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Barat, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.
BERITA TERKAIT: