Demikian disampaikan pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (19/9).
Menurut Jajat, adanya berbagai dugaan tekanan yang dilakukan KPK terhadap para Hakim MK dalam persidangan sengketa pilpres beberapa waktu yang lalu, serta pernyataan Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas yang mendukung pemilihan kepala daerah secara langsung, merupakan bukti kuat jika KPK mempunyai peran yang besar dalam menentukan peta politik Indonesia saat ini.
Disisi lain, lanjut Jajat, isi pledoi mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, yang meminta KPK memeriksa SBY dengan kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, serta Presiden RI, menguatkan isu yang selama ini beredar dimasyarakat jika KPK memegang kartu truf untuk mengungkap kebenaran tentang SBY dan partainya.
"Mengamati adanya hubungan emosional yang cukup kuat antara Ketua KPK Abraham Samad, dengan pasangan capres-cawapres terpilih Jokowi-JK, menjadikan KPK sebagai lembaga super body yang dijadikan alat politik bagi para pihak yang mempunyai kepentingan besar di negara ini," demikian Jajat.
[rus]
BERITA TERKAIT: