SOROTAN MEDIA ASING

CNN Ulas Proteksionisme Hingga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 09 Juli 2014, 09:51 WIB
CNN Ulas Proteksionisme Hingga Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
cnn/net
rmol news logo Pesta demokrasi yang dirayakan oleh masyarakat Indonesia lewat penyelenggaraan pemilu hari ini (Rabu, 9/7) rupanya juga menarik perhatian sejumlah media asing.

Saluran berita kabel Amerika Serikat Cable News Network (CNN) mempublikasikan berita berjudul "Indonesia's close presidential race down to voting day".

Dalam berita tersebut, disoroti soal permasalahan ekonomi yang masih menjadi isu krusial di Indonesia.

CNN mengutip pernyataan seorang analis dari Bower Asia Group, Douglas Ramage yang menyebut bahwa pemilih Indonesia mencari kepemimpinan yang tidak mereka dapatkan dari presiden saat ini.

Ramage menyebut ada sejumlah kekhawatiran yang muncul soal pemimpin Indonesia mendatang dalam sektor ekonomi, terutama adalah soal pemotongan subsidi energi tahunan sekitar 30 miliar dolar AS dan meningkatnya proteksionisme dalam negeri.

"Kedua kandidat yakin Indonesia layak (mendapatkan) bagian yang lebih besar dari kekayaan nasional mereka," kata Ramage sambil menambahkan bahwa kedua capres memiliki visi yang lebih berwawasan Indonesia.

"Prabowo mungkin memberikan pemilih apa yang ingin mereka dengar: Versi dari kegagahan dan ketegasan Indonesia yang kekayaannya telah mengalir keluar dari Indonesia dan telah disita oleh negara-negara asing. Hal itu bisa beresonansi dengan pemilih," sambungnya.

Dalam berita yang sama, CNN juga mengutip laporan Bank Dunia yang menyebut bahwa Indonesia mengalami perlambatan ekonomi dengan tingkat pertumbuhan hanya 5-6 persen. Angka tersebut dinilai Bank Dunia tidak cukup untuk menyediakan lapangan pekerjaan bagi 15 juta warga Indonesia yang termasuk dalam angkatan kerja.

"(Indonesia) memiliki masyarakat, sumber daya, demografi yang menguntungkan, urbanisasi yang cepat, dan kelas menengah yang meningkat," kata ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop.

"Dan (Indonesia) memliki manajemen makro ekonomi yang sangai baik. Saya pikir itu adalah bahan-bahan yang dapat mengangkat negara ini," lanjutnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA