"Debat ini dapat mendukung ke arah Pemilu yang substansial, dengan memunculkan pemikiran-pemikiran atau ide yang bermanfaat bagi para pemilih," kata dia saat membahas tema debat capres dan cawapres Pilpres 2014, di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (28/5).
Selain itu, lanjut Husni, debat ini bukan sebagai wahana untuk menaikkan salah satu kandidat dan menjatuhkan kandidat lain.
"Biarlah publik yang menilainya, tandas Husni.
Kemarin KPU bersama para pakar membahas tema debat capres dan cawapres Pilpres 2014. Hadir pada rapat pembahasan tersebut, Ketua, Anggota dan Sekjen KPU, pejabat di lingkungan Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU, serta para pakar diantaranya, Ramlan Surbakti, Ahmad Erani Yustika, Tony Prasetyantono, Edi Slamet Irianto, Pratikno, Ravik Karsidi, Basis Susilo, Hikmawanto Juwono, Siti Zuhro, serta Djaali.
Sesuai dengan ketentuan UU No. 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, KPU menggelar debat kandidat capres dan cawapres sebanyak lima kali. Dua kali untuk capres, dua kali untuk cawapres dan satu kali untuk capres dan cawapres.
[rus]
BERITA TERKAIT: