"Kami kecewa atas lambannya Presiden dalam penanganan kasus Erwiana," kata Sekjen FMN, Muh. Hasan Harry Sandy, sesaat tadi (Selasa, 21/1).
Boleh saja SBY berbicara langsung melalui telepon dengan Erwiana dan keluarga di sela rapat kabinet membahas banjir Jakarta pagi tadi. Namun disesalkan Hasan Harry, dalam pembicaraan tersebut SBY hanya menyampaikan rasa “keprihatinan†atas tindak kejahatan yang dialami oleh Erwiana. SBY menyuruh Erwiana beserta keluarga tabah menghadapi masalahnya.
"Ironis, SBY lagi-lagi tidak menunjukkan sikap tegasnya selaku Kepala Negara atas penganiayaan yang dialami Erwiana. Presiden SBY juga tidak menyampaikan bentuk advokasi untuk memperjuangkan kasus Erwiana sehingga majikan pelaku kekerasan terhadap Erwiana dapat ditindak secara tegas dengan harapan tidak ada lagi Erwiana-Erwiana lainnya," imbuh dia.
Kelambanan respon Presiden SBY terhadap kasus Erwiana, kata dia, menunjukan ketidakseriusan pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada buruh migran.
"Secara politik, perjuangan buruh migran yang secara cepat merespon dan berjuang untuk keadilan Erwiana lebih terhomat daripada Presiden," demikian Hasan Harry.
[dem]
BERITA TERKAIT: