"Pertama, kita akan buat Waduk Ciawi dan Sukamaju. Pengerjaan kedua waduk dimulai tahun 2015," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Muhammad Yunus, yang hadir dalam pertemuan kepada wartawan melalui sambungan telepon, sesaat tadi.
Menurut Muhammad Yunus, pengerjaan waduk Ciawi dan Sukamaju akan menggunakan APBN dengan kebutuhan anggaran lebih dari Rp 1 triliun. Gubernur DKI Joko Widodo, Gubernur Jawa Barat Ahamad Heryawan, pejabat Pemprov Banten dan Bupati Bogor Rahmat Yasin serta pejabat Kementeria PU yang hadir dalam pertemuan sepaham bahwa kedua waduk akan menjadi lokasi parkir air di hulu Ciliwung, yang akan meminimalisir datangnya air bah ke Ibukota.
Kesepakatan kedua, lanjut Muhammad Yunus, membuat sodetan air dari kali ruas Bogor ke Sungai Cisadane, Tangerang. Sodetan diharapkan akan mengurangi debet air dari hulu yang masuk ke kali yang ada di Jakarta.
Kesepakatan lainnya, akan dilakukan pembenahan 150 situ yang masuk dalam wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane. Selama ini situ-situ diurus oleh Pemerintah Pusat, namun ke depan akan diserahkan ke pemerintah kota/kabupaten. Penyerahan kewenangan akan diatur melalui Peraturan Menteri.
"Ini semacam desentralisasi situ-situ. Anggarannya dari APBN dan dari yang lain-lainnya," demikian Muhammad Yusuf.
[dem]
BERITA TERKAIT: