Jokowi Harus Tegas Nyatakan Tak Akan Nyapres

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Rabu, 25 Desember 2013, 14:29 WIB
Jokowi Harus Tegas Nyatakan Tak Akan <i>Nyapres</i>
jokowi/rm
rmol news logo Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diingatkan untuk tidak tersanjung dengan hasil survei yang selalu menempatkannya di urutan teratas sebagai calon presiden. Jokowi, demikian ia disapa, diminta tetap fokus membenahi kesemerawutan Jakarta dengan menjadi Bapak bagi warga ibukota sampai masa tugasnya berakhir Oktober 2017.

"Jokowi harus membayar dukungan masyarakat DKI dengan menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur lima tahun," ujar Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 25/12).

Sugiyanto menyebut ada banyak gebrakan yang dilakukan Jokowi dalam memperbaiki dan memajukan Jakarta selama setahun menjabat sebagai gubernur. Tapi bila Jokowi memutuskan mundur dari kursi DKI 1 dan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2014, maka bukan tidak mungkin upaya perbaikan Jakarta kembali tidak berjalan.

"Masih ada banyak masalah di Jakarta yang perlu diatasi. Kerja-kerja Jokowi untuk memperbaiki dan memajukan Jakarta masih diharapkan masyarakat Jakarta dan para pendukungnya saat Pilkada lalu," katanya.

Sgy, sapaan Sugiyanto, juga mengingatkan bahwa kesuksesan Jokowi menjadi orang nomor satu di DKI tak lepas dari jasa Partai Gerindra dan Ketua Dewan Pembinanya, Prabowo Subianto. Dukungan Prabowo dan Partai Gerindra saat Pilkada 2012 lalu agar Jokowi memperbaiki dan memajukan Kota Jakarta, tentu saja harus dibayar mahal oleh Jokowi.

"Sebagai bentuk terimakasih kepada para pendukungnya, Jokowi harus tegas menyatakan tidak akan maju jadi calon presiden," demikian Sgy.[dem] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA