Direktur ILO: Perekonomian Indonesia Paling Liberal Tapi Tak Dinikmati Pekerja

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 13 November 2013, 17:22 WIB
Direktur ILO: Perekonomian Indonesia Paling Liberal Tapi Tak Dinikmati Pekerja
Peter Van Roij /rmol
rmol news logo Direktur International Labour Organization (ILO) untuk Indonesia, Peter Van Roij menggarisbawahi permasalahan tenaga kerja di Indonesia pada tiga hal. Pertama, dampak dari liberalisasi ekonomi tak dapat turut dinikmati oleh para pekerja.

"Padahal Indonesia merupakan negara yang liberal perekonomiannya di Asia," kata Peter dalam diskusi di acara bertajuk International Employment Forum 2013 yang digelar di Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (13/11).

Permasalahan kedua, lanjut Peter, adanya kesenjangan produktifitas tenaga kerja di perusahaan-perusahaan.

"Penelitian kami (ILO), perusahaan besar dua ratus persen lebih produktif daripada perusahaam kecil," jelasnya.

Padahal, masih kata Peter, usaha kecil dan menengah atau UKM memiliki kontribusi besar bagi penyerapan tenaga kerja dan penekanan kesenjangan ekonomi.

Terakhir, permasalahan yang disoroti ILO adalah belum adanya jaminan sosial yang mampu memberikan perlindungan pada hak-hak pekerja baik di sektor formal ataupun informal.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA