Sara, sapaan akrab Rahayu Saraswati, berharap kunjungan tersebut mampu mengirimkan sinyal kuat kepada dunia internasional, khususnya dalam konteks ekonomi global.
“Kita berharap bahwa Pak Presiden bisa mewakili Indonesia untuk memastikan adanya sinyal yang jelas, terutama karena kalau kita bicara Davos konteksnya kan ekonomi,” kata Sara kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis 22 Januari 2026.
Sara meyakini Presiden Prabowo secara konsisten membawa pesan tersebut dalam setiap pertemuan internasional. Termasuk saat kunjungan ke Inggris yang membuka peluang kerja sama di bidang akademik.
“Jadi istilahnya bagaimana kita bisa bekerja sama menghadirkan ilmuwan-ilmuwan luar biasa dari perguruan tinggi terbaik dunia yang ada di Inggris untuk bisa meningkatkan SDM di Indonesia tentunya, membukakan peluang dan membukakan wawasan,” kata keponakan Presiden Prabowo ini.
Menurut Sara, penguatan kerja sama pendidikan dan riset internasional merupakan sinyal positif bahwa Indonesia serius meningkatkan daya saing sumber daya manusia di tingkat global.
“Ini tentunya akan menjadi sinyal baik juga bahwa Indonesia terus meningkatkan SDM kita supaya bisa punya berdaya saing internasional,” pungkas Sara.
BERITA TERKAIT: