"Ini makin menampakkan siapa Dipo sebenarnya," ujar Ketua DPP PKS, Indra kepada
Rakyat Merdeka Online, Jumat (18/10).
Belakangan antara Dipo Alam dengan elit PKS terjadi perang pernyataan, seiring dengan kesaksian mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor yang menyebut bahwa Bunda Putri dekat dengan SBY. Dipo lantas menyarankan PKS untuk segera mempercepat pelaksanaan Munas untuk mengganti Presiden partai yang kini dijabat Anis Matta. Menurutnya, dengan mengganti Anis, borok-borok PKS akibat kasus korupsi bisa dibersihkan.
Dipo kata Indra sebaiknya melaksanakan tugas dan fungsinya saja sebagai pembantu SBY-Boediono untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan.
"Dipo jangan norak. Masih banyak PR pemerintah yang harus diselesaikan, seperti masalah kemisinan, buruh dan TKI," terang Anggota Komisi IX DPR.
Untuk masalah pergantian pucuk pimpinan di partai, PKS ungkap Indra memiliki peraturan yang baku seperti yang tertera di AD/ART partai.
"Jangan urus orang lain, partai bosnya saja (Demokrat) belum beres. Ini norak, Dipo tidak layak jadi pejabat negara," tandas Indra.
[rus]
BERITA TERKAIT: