Denny JA: Secara de Facto Korupsi Menjadi Ideologi Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 07 Oktober 2013, 20:06 WIB
Denny JA: Secara de Facto Korupsi Menjadi Ideologi Nasional
denny ja/RMOL
rmol news logo Kasus suap yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar adalah tamparan yang begitu keras di wajah Republik Indonesia. Tingkat kepercayaan publik terhadap MK pun terjun bebas.

Dalam survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) diperoleh informasi bahwa tingkat kepercayaan itu drop dari sebelumnya 60 persen menjadi 30 persen. Hasil survei LSI ini menjadi berita utama di sejumlah media lokal nasional yang terbit hari Senin (7/10).

Pendiri LSI Denny JA mengatakan, kasus Akil Mochtar ini adalah wake up call untuk mereformasi kewibawaan hukum Indonesia.

"Jika tidak. publik akan menyelesaikan rasa keadilannya dengan rusuh di jalan dan amuk massa," ujar Denny JA dalam pesan yang diterima redaksi.

"Ini PR terberat paska reformasi karena korupsi secara de facto menjadi ideologi nasional menggantikan Pancasila," demikian Denny JA. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA