Tiga tahanan korupsi itu adalah titipan Kejari Lima Puluh, Kabupaten Batubara. Petugas Kejari Lima Puluh hingga saat ini masih melakukan pencarian. Identitas ketiga tersangka belum diketahui namun mereka terbelit kasus korupsi penyelewengan pada Bappeda tahun 2010 dan Satpol PP 2009-2010.
Keterangan Kasi Pidsus Kejari Lima Puluh, Juni SH seperti dilansir dari
MedanBagus.com, pihaknya hingga Minggu malam masih mencari tahu kondisi terhadap nasib tiga orang kasus korupsi yang dititipkan di Lapas tersebut.
"Sampai malam ini, kondisi yang diperoleh dari lokasi kejadian di Lapas Labuhan Ruku belum bisa diperoleh, karena kondisi masih terbakar dan suasana kurang kondusif," kata Juni tadi malam (Minggu, 18/8).
Informasi yang diperoleh, hingga tadi malam, napi yang kabur dari Lapas Labuhan Ruku mencapai 48 orang. Sementara itu petugas kepolisian dan TNI serta petugas Lapas masih berjaga-jaga diseputaran Lapas yang telah habis dilalap api.
Kerusuhan terjadi di LP Labuhan Ruku di Kabutapen Batubara, Minggu (18/8) sekitar pukul 17.00 WIB. Menurut Kapolres Batubara, AKBP JP Sinaga, pemicu bentrokan akibat provokasi 46 napi pindahan dari Lapas Lubuk Pakam yang dititipkan sebulan lalu. Sementara Lapas sendiri sudah melebihi kapastitas dimana saat ini dihuni 800 orang dari yang seharusnya 300.
[rus]
BERITA TERKAIT: