Hal itu disampaikan Kepala Negara saat berbuka puasa bersama dengan masyarakat Kabupaten Bondowoso di Bondowoso, Jatim, kemarin (Rabu, 31/7).
Sejak menjadi presiden, SBY telah menerima 3,5 juta SMS dari rakyat Indonesia. Selain itu, ada 150 ribu surat, dan juga berbagai masukan melalui media sosial, di twitter, maupun facebook.
Jelas SBY, rakyat juga ingin bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya, tidak muluk-muluk, bisa punya makanan yang cukup, bisa punya sandang, ada hunian yang layak, putra-putrinya bisa bersekolah, kalau sakit bisa berobat, kemudian lingkungannya juga tidak buruk.
"Lantas mereka juga tidak suka kalau politik ini gaduh, kalau politisi berantem satu sama lain rakyat tidak suka, tapi kalau politisi akur meskipun berkompetisi tapi tidak memutus silaturrahim rakyat kita juga suka. Jadi sebenarnya justru segala sesuatunya harus kita arahkan, kita tujukan untuk memenuhi harapan, keinginan, dan kebutuhan rakyat kita," terang SBY yang juga didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono.
Dalam kesempatan itu Ketua Umum Partai Demokrat ini mengajak Gubernur, Bupati, termasuk semua jajaran Komando Teritorial Militer, Komando Kepolisian Daerah dan pejabat pemerintahan lainnya, untuk mendengarkan apa yang diharapkan oleh rakyat.
"Rakyat tidak perlu teori yang muluk-muluk, tidak perlu strategi yang hebat-hebat. Mereka ingin kehidupan sehari-harinya dari tahun ke tahun bertambah baik," tandas SBY seperti dikutip dari
setkab.go.id.
[rus]
BERITA TERKAIT: