KTI Watch: Kesejahteraan Kunci Masyarakat Papua Betah di NKRI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 04 Mei 2013, 19:09 WIB
KTI Watch: Kesejahteraan Kunci Masyarakat Papua Betah di NKRI
ist
rmol news logo Dibukanya kantor perwakilan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford, Inggris, merupakan bentuk ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya acara pembukaan kantor itu dihadiri Wali Kota Oxford, Moh Niaz Abbasi, anggota Parlemen Inggris, dan Andrew Smith MP. Hal ini menyiratkan bahwa Pemerintah Inggris secara tidak langsung turut mendukung gerakan separatis di Papua.

Disamping itu, pendirian kantor perwakilan OPM ini juga menunjukan bahwa intelijen Indonesia tidak tanggap dalam mengantisipasi adanya gerakan yang membahayakan keutuhan NKRI.

Begitu disampaikan Direktur Kawasan Timur Indonesia Watch (KTI Watch) Razikin Juraid kepada Rakyat Merdeka Online di Jakarta, Sabtu (4/5).

Pun demikian, hal terpenting dari insiden memalukan ini adalah Pemerintah Indonesia mampu menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk lebih membangun kesahteraan di tanah Papua.

"Pemerintah harus tingkatkan kesejahteraan masyarakat Papua dengan membangun infrastruktur, seperti jalan raya, listrik, ekonomi dan pendidikan yang dilakukan melalui pendekatan adat-istiadat dan budaya lokal papua, maka niscaya masyarakat Papua betah bergabung di NKRI," ujarnya.

Selain itu, lanjut Razikin, supremasi hukum harus ditegakkan bagi pemerintah daerah yang terbukti menyalahgunakan anggaran negara untuk pembangunan di Papua.

"Jika pemerintah lamban menyelesaikan persoalan mendasar tersebut, tidak ada jaminan gerakan papua merdeka akan lebih kuat lagi menggalang dukungan Internasional," tandasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA