Itu setelah hasil verifikasi faktual secara masal yang dilakukan oleh anggota Executive Committee (Exco) PSSI kepada para voters pada 3 Juli, berjalan mulus.
Dalam verifikasi yang dilakukan di Park Lane Hotel, Kuningan, Jakarta itu, hadir Tony Apriliani dan Husni Hasibuan dari pihak Exco PSSI. Sementara dari Kelompok 85 pengusung KLB PSSI, hadir 92 voters yang terdiri dari klub dan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.
"PSSI sudah setuju adanya KLB untuk memilih pengurus baru," kata Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta, Gusti Randa dilansir dari
JPNN, Minggu (5/6).
Pria yang oleh Kelompok 85 didapuk sebagai kuasa hukum itu mengatakan, dengan adanya persetujuan dari PSSI tersebut, KLB PSSI paling lambat bisa digelar pada 3 Agustus mendatang.
Dengan alasan, tuntutan KLB PSSI itu sudah mereka ajukan sejak 3 Mei lalu. Bila merujuk pada statuta PSSI, tuntutan KLB bisa digelar selambat-lambatnya tiga bulan dari tanggal pengajuan.
Namun, sebelum misi mereka tersebut bisa tereksekusi, Gusti Randa menyebutkan akan lebih dahulu berkonsultasi dengan FIFA dan AFC
Mulai pekan depan kami akan mengirimkan wakil untuk berkomunikasi langsung dengan FIFA dan AFC," ujar dia.
Gusti menambahkan, FIFA sudah memberikan sinyal menerbitkan izin menggelar KLB PSSI itu pada 6-13 Juni nanti. Nah, saat menunggu izin dari FIFA tersebut, Kelompok 85 akan terus bekerja keras untuk mempersiapkan sejumlah perangkat yang dibutuhkan dalam KLB PSSI nanti.
Pria yang juga salah satu fungsionaris Partai Haruna itu menjelaskan, sejumlah perangkat itu adalah Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.
"Komite itu harus independen dari kami. Dan, tidak ada intervensi dari pengurus lama hasil Kongres di Surabaya pada 2015 lalu. Kai tidak mau menggunakan produk lama," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: