Ajang tersebut dinilai menjadi bukti nyata transformasi domino sebagai olahraga strategi dan kecerdasan yang semakin terstruktur, kompetitif, dan berorientasi pada prestasi nasional.
“Kami sangat mengapresiasi Kejurprov Orado Jatim yang berjalan sukses dan kompetitif. Ini menunjukkan bahwa domino bukan sekadar permainan, tetapi olahraga strategi yang membentuk kecerdasan dan sportivitas,” ujar Ketua Umum PB Orado, Yooky Tjahrial dalam keterangannya, Senin, 6 April 2026.
Ia menegaskan, Kejurprov merupakan bagian penting dari sistem pembinaan berjenjang yang tengah diperkuat secara nasional. Pelaksanaan Kejurprov yang diikuti tim terbaik dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur mencerminkan kesiapan daerah dalam mendukung ekosistem olahraga domino yang profesional.
Hasil dari Kejurprov ini akan menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju Kejurnas 2026 yang akan digelar di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada 24-26 April mendatang.
“Semangat kompetisi yang kita lihat di Jatim membuktikan domino mampu menyatukan generasi dalam satu ruang prestasi. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang membangun karakter, strategi, dan kecerdasan,” tambah Ketua Bidang Humas PB Orado, Henry Kurnia Adhi.
Kejurprov Orado Jatim 2026 diikuti oleh 64 tim terbaik hasil seleksi Pengcab, dengan mempertandingkan kategori senior dan junior, serta berlangsung dalam suasana kompetitif yang ketat.
Kegiatan ini turut didukung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Wakil Ketua KONI Jatim, Zainal Arifin menyatakan kekagumannya atas kecepatan perkembangan Orado yang dalam waktu singkat telah terbentuk di 38 Kabupaten/Kota di Jatim.
"Kami berharap Orado segera menjadi anggota resmi KONI. Targetnya, pada Porprov Jatim Juni 2027 mendatang, domino sudah bisa dipertandingkan sebagai cabang olahraga prestasi," kata Zainal Arifin dikutip dari
Kantor Berita RMOLJatim.
BERITA TERKAIT: