Berkurangnya jumlah tim yang datang tersebut langsung membuat pihak Panpel LIDI, Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (BASRI), melakukan
drawing ulang.
"Terpaksa kami melakukan
drawing ulang menjadi tiga grup. Dari awalnya rencana enam grup. Ada yang empat tim ada yang lima per grupnya karena ada yang batal datang. Tapi LIDI jalan terus," kata Eddy Sofyan selaku ketua BASRI dalam keterangannya.
Alasan beberapa tim dari sembilan provinsi lainnya batal datang karena terkendala perizinan. Ada juga pemain yang kesulitan mendapatkan dispensasi karena lamanya LIDI digelar. Liga yang memperebutkan Piala Menpora Imam Nahrawi itu akan berlangsung mulai 4-24 Agustus mendatang di Kabupaten Belitung Timur.
"Kalau jumlah peserta berkurang berarti jadwal juga berubah. Tidak sampai tanggal 24 mungkin lebih cepat," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Basuri Tjahaya Purnama mengaku bangga bisa menjadi
venue putaran final perdana LIDI.
"Saya berharap dengan LIDI segala perbedaan di sepakbola dilepaskan. Semoga kompetisi ini bisa menjadi oase sepak bola Indonesia," tuturnya.
Belitung Timur memaksimalkan lima
venue dalam putaran final kali ini. Selain Stadion Belitung Timur Pelangi (BTP), ada Stadion Telkom, lapangan Damar, Mempayang, dan Gantung.
Dalam laga perdana mempertemukan Kepulauan Bangka Belitung kontra Provinsi Banten, kemarin petang, skor berakhir dengan 1-2, untuk kemenangan provinsi Banten.
[wid]
BERITA TERKAIT: