Pasalnya karyawan PT HD Arjuna sudah dua bulan tidak lagi beraktivitas gara-gara tempat usahanya ditutup akibat sengketa kepemilikan lahan.
Sambil membentangkan berbagai spanduk protes, karyawan menuntut PT HD Arjuna kembali dibuka agar mereka bisa bekerja lagi.
PT HD Arjuna diketahui ditutup akibat persoalan sengketa kepemilikan lahan antara PT HD Arjuna dengan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris yaitu H Sulardi dan Ahmad Mawardi.
Kasus sengketa lahan tersebut masih bergulir di ranah hukum dan hingga kini belum inkrah.
Sejak penutupan Club de Arjuna, praktis para karyawan tidak dapat bekerja. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Deby salah satu karyawan mengaku harus membanting tulang berjualan kerupuk.
Ratusan karyawan berencana melakukan audensi dengan pihak Pemkot Jakarta Barat untuk mengadukan nasib mereka.
Aksi tersebut berlangsung tertib, karena dijaga ratusan aparat dari Polres Jakarta Barat. Sedangkan pintu masuk areal kantor ditutup dan dijaga oleh massa salah satu ormas.
BERITA TERKAIT: