Data tersebut dicocokkan dengan jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa jenazah sudah dievakuasi oleh Polda Bengkulu dan langsung dilakukan tindakan autopsi.
”Kami masih menunggu hasil pencocokan DNA dengan sampel keluarga dari teman-teman yang hilang kontak,” kata Maruli kepada wartawan, Selasa, 15 September 2026.
Sejauh ini, berdasar hasil koordinasi dengan Polda Bengkulu, jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano memiliki ciri-ciri laki-laki, tinggi badan sekitar 165 sentimeter dan diperkirakan berusia di atas 50 tahun.
Saat ditemukan kondisi wajah sudah rusak. Untuk itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitasnya.
”Untuk memastikan identitasnya, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” kata Maruli.
Polda Banten mengimbau seluruh pihak tidak berspekulasi lebih jauh. Sebab, pencocokan DNA perlu waktu sampai hasilnya keluar.
”Setelah hasilnya keluar, tentunya akan kami sampaikan secara resmi kepada masyarakat dan rekan-rekan media,” pungkas Maruli.
BERITA TERKAIT: