Hal itu disampaikan Suyudi usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Suyudi mengatakan, meski proses pencalonannya telah berjalan hingga Surat Presiden (Surpres) masuk ke DPR pada 30 September, dirinya belum mendapat informasi untuk mengikuti fit and proper test.
"Oh belum, belum. Jadi kalau itu kami baru mendapatkan informasi tadi pagi. Sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan ya paparan proper test," kata Suyudi.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, Suyudi mengaku telah memiliki sejumlah konsep yang kemudian dimatangkan kembali sebelum menjalani uji kepatutan dan kelayakan di DPR.
"Ya kami sudah punya konsep-konsep ya, ya tentunya tadi dengan waktu yang terbatas kami matangkan kembali," ujarnya.
Suyudi juga mengungkap informasi mengenai pelaksanaan fit and proper test tersebut disampaikan oleh pimpinan di Istana.
Sementara itu, saat dirinya dipanggil Presiden Prabowo pada Selasa lalu, 28 September 2026, ketika masih menjabat Kepala BNN, belum ada pembicaraan mengenai rencana pengangkatannya sebagai Kapolri.
"Belum. Kami hadir di kegiatan tersebut tentunya untuk kegiatan rapat ya bersama dengan kementerian terkait, membicarakan terkait dengan rehabilitasi dan juga terkait edukasi," jelasnya.
Suyudi menjalani fit and proper test sebagai calon tunggal Kapolri di Komisi III DPR pada Kamis siang. Proses tersebut berlangsung sekitar 30 menit sebelum namanya dibawa ke rapat paripurna untuk disahkan.
Setelah mendapat persetujuan DPR, Suyudi dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, sementara Komjen Pol Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri.
BERITA TERKAIT: