Guru MTsN 1 Lasem, Purwantini menyampaikan permintaan maaf secara terbuka pada Kamis 10 September 2026.
Ia mengakui sikapnya saat menghalangi wartawan sehari sebelumnya merupakan kekhilafan dan menegaskan tidak bermaksud menghambat kerja jurnalistik.
“Bukan maksud saya untuk menghalang-halangi teman-teman media untuk mencari informasi. Itu murni perbuatan saya dan saya sekali lagi mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Purwantini, dikutip dari
RMOLJateng.
Purwantini mengatakan, pihak MTsN 1 Lasem kini terbuka terhadap awak media yang hendak memperoleh informasi terkait kondisi siswa. Ia menyebut wartawan telah diterima untuk melakukan konfirmasi mengenai persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut.
“Kami sudah menerima tamu dari para wartawan dan memberikan konfirmasi mengenai dugaan keracunan MBG,” kata Purwantini.
Menurut Purwantini, kondisi siswa saat ini telah membaik dan kegiatan belajar mengajar di MTsN 1 Lasem kembali berjalan. Ia berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar madrasah ke depan dapat lebih baik.
“Saat ini siswa-siswi sudah kembali belajar dengan baik. Semoga kedepannya MTsN 1 Rembang jauh lebih baik lagi,” lanjutnya.
Sebelumnya, video adu mulut antara guru dan wartawan saat peliputan di lingkungan MTsN 1 Rembang viral di media sosial.
Dalam rekaman tersebut, wartawan Rajawali TV (RTV) dan Disway Jateng disebut dilarang mengambil gambar serta diminta meninggalkan lokasi karena dipersoalkan tidak membawa surat tugas atau undangan resmi dari sekolah.
Aksi tersebut kemudian mendapat kecaman dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya.
Ketua IJTI Muria Raya, Iwhan Miftakhudin, menilai penghalangan kerja jurnalistik berkaitan dengan isu keselamatan siswa merupakan persoalan serius karena informasi tersebut menyangkut kepentingan publik.
“Kami mengecam keras sikap antikritik dan represif oknum sekolah tersebut. Jurnalis bekerja dilindungi undang-undang. Menghalangi wartawan adalah bentuk pelanggaran pidana Pasal 18 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers,” kata Iwhan.
BERITA TERKAIT: