“Total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang,” kata Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Ketut dalam siaran pers, Rabu 2 September 2026.
Dari jumlah tersebut, sekitar 80 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 312 orang telah keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan sembuh.
BGN juga masih melakukan observasi terhadap sekitar 120 orang lainnya untuk memastikan kondisi kesehatan para korban.
“Namun demikian kita masih juga melakukan satu observasi sebanyak 120 orang,” kata Ketut.
Menurut Ketut, BGN saat ini memprioritaskan penanganan dan penyelamatan kesehatan para korban yang masih menjalani perawatan.
BGN juga telah melakukan komunikasi intensif dengan kepala daerah serta pimpinan Pondok Pesantren Manbaul Hikam, termasuk jajaran Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah.
Selain penanganan terhadap para korban, BGN juga melakukan langkah-langkah internal untuk menelusuri penyebab kasus tersebut.
Investigasi dilakukan bersama dinas kesehatan terkait untuk mengetahui secara pasti faktor yang menyebabkan terjadinya keracunan.
“Dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan terjadinya keracunan,” kata Ketut.
Ia menegaskan, saat ini perhatian utama BGN adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan kesehatan yang diperlukan.
“Selanjutnya pada saat ini, kita akan fokus dengan melakukan penyelamatan bagaimana kesehatan dari anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” pungkas Ketut.
BERITA TERKAIT: