Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini, khususnya dalam mengantisipasi potensi penyebaran penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC) di lingkungan Lapas.
Sebanyak 150 orang, terdiri dari 100 warga binaan pemasyarakatan dan 50 pegawai Lapas Kelas IIB Cianjur, mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut.
Kalapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi lingkungan Lapas, mengingat warga binaan dan petugas beraktivitas dalam satu lingkungan yang sama.
“Dengan pemeriksaan ini, kita ingin memastikan kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal dan apabila terdapat indikasi tertentu bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Prayogo dalam keterangan tertulis, Jumat 25 September 2026.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pencegahan penyakit menular membutuhkan sinergi antara Lapas dengan instansi kesehatan.
“Kolaborasi seperti ini penting untuk membangun lingkungan pemasyarakatan yang sehat, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan dan petugas dapat terus berjalan secara optimal,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: